kawasan agroindustri
Sektor pertanian di Kabupaten
Bondowoso merupakan sektor utama dan merupakan penyumbang PDRB terbesar. Selain
itu, adanya arahan dari RTRW Jawa Timur tahun 2011 tentang kebijakan arahan SWP
Jember (Cluster Jember-Bondowoso-Situbondo)
sebagai kegiatan kawasan industri pertanian di Jawa Timur. Sehingga pertanian
merupakan potensi utama dalam peningkatan perekonomian. Namun potensi ini belum
mampu memberikan nilai tambah (added value)
terhadap pengembangan Kabupaten Bondowoso. Tujuan penelitian adalah menentukan
kawasan agroindustri di Kabupaten Bondowoso yang dilakukan dengan tiga tahapan
analisis, yaitu menentukan komoditas unggulan di Kabupaten Bondowoso dengan
menggunakan alat analisis Static Location Quotion
(SLQ), Dinamic Location Quotion (DLQ) dan Shift Share Analysis (SSA), kedua
menentukan tingkat pengaruh (bobot) faktor-faktor yang menentukan dalam
penentuan kawasan agroindustri dengan menggunakan analisa AHP, ketiga
menentukan alternatif kawasan agroindustri yang berbasis komoditas unggulan
dengan menggunakan alat analisa teknik overlay.
Berdasarkan hasil analisis maka diperoleh dua jenis komoditas unggulan, yaitu
komoditas padi dan komoditas jagung. Kemudian untuk tingkat pengaruh (bobot)
faktor penentu kawasan agroindustri yaitu faktor bahan baku yang memiliki
pengaruh paling besar. Sedangkan faktor kelembagaan merupakan faktor yang
memiliki pengaruh yang paling kecil. Adapun kecamatan yang terpilih sebagai
alternatif utama kawasan agroindustri di Kabupaten Bondowoso adalah Kecamatan Tlogosari dan
Bondowoso untuk komoditas padi, dan Kecamatan
Wringin untuk komoditas jagung. Dengan adanya penentuan kawasan
Agroindustri di Kabupaten Bondowoso ini, diharapkan adanya pengelolaan
komoditas unggulanyang optimal bagi peningkatan nilai tambah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar